Kisah Pastor Frietz Tambunan Semasa Hidup, Sisihkan Gaji Bangun Kampung Inggris dan Biayai Mahasiswa

Kisah Pastor Frietz Tambunan Semasa Hidup, Sisihkan Gaji Bangun Kampung Inggris dan Biayai Mahasiswa

Kisah Pastor Frietz Tambunan Semasa Hidup, Sisihkan Gaji Bangun Kampung Inggris dan Biayai Mahasiswa

Sejumlah Alumni Unika Santo Thomas pun sudah menuliskan ucapan duka cita atas berpulangnya sang rektor yang terkenal dengan kerendahan hatinya.

SUMUTkota.com - Rektor Universitas Katolik Santo Thomas Sumatera Utara, Pastor Frietz Tambunan dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Elisabeth Medan, Selasa (12/5/2020).

Pastor Dr Frietz Tambunan  adalah Imam Projo KAM kelahiran Sigotom Tapanuli Utara, 15 Desember 1957 lalu, dan tutup usia 62 tahun.

Sejumlah Alumni Unika Santo Thomas pun sudah menuliskan ucapan duka cita atas berpulangnya sang rektor yang terkenal dengan kerendahan hatinya.

"Tahun 2017 Bapak Rektor datang ke Jakarta berniat bertemu para Alumni di Jabodetabek dan pertemuan silaturahmi itu pada bulan Juli 2017 di Gedung PPM Manajemen Jakarta Pusat. Almarhum menyampaikan kondisi UNIKA dan menggugah hati alumni untuk datang serta ikut membantunya," ujar Sekjend Ikatan Alumni Unika Santo Thomas Sumatera Utara, Mervin Situmorang, Selasa (12/5/2020).

Mervin mengatakan kepiawaian Pastor Frietz dalam mengajak alumni untuk membantu kemajuan UNIKA Sumatra Utara yang dipimpinnya.

"Bapak Rektor berhasil menggugah para alumni dengan gerak cepat mengadakan kegiatan Seminar Kebangsaan yang dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo saat itu didampingi Deputi Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan Robert Simbolon, Ketua PBNU, Ketua BPIP Yudi Latif, Kementrian ESDM diwakili Parulian Sihotang," katanya.
Jenazah Dr Frietz Tambunan, Rektor Universitas Katolik Santo Thomas Sumatra Utara, tutup usia pada Selasa (12/5/2020) setelah dirawat karena serangan stroke selama dua Minggu di Rumah Sakit Elisabeth Medan
Jenazah Dr Frietz Tambunan, Rektor Universitas Katolik Santo Thomas Sumatra Utara, tutup usia pada Selasa (12/5/2020) setelah dirawat karena serangan stroke selama dua Minggu di Rumah Sakit Elisabeth Medan (Jenazah Dr Frietz Tambunan, Rektor Universitas Katolik Santo Thomas Sumatra Utara)

Kegiatan alumni dalam memajukan UNIKA menjadi lebih aktif dan terus berjalan. "Sejak saat itu kegiatan alumni berlanjut terus menerus sampai dengan segala keterbatasannya," tambahnya.

Informasi yang diterima SUMUTkota.com Medan Frietz Tambunan akan disemayamkan di Katedral dengan Misa Requem. Kemudian akan dimakamkan pada Rabu, 13 Mei 2020 di pemakaman Simalingkar B, Medan.

"Selamat jalan Pastor Frietz Tambunan, terima kasih untuk semua karyamu," pungkas Mervin.
Terpisah, Pius Sinurat, Ketua Alumni Unika St. Thomas Medan se Jabodetabek turut menyampaikan kenangannya bersama Pastor Frietz Tambunan.

Pius menulis kenangan yang ia rasakan berssma almarhum.

"Ketika sebagian teman-temanku dan para sahabat, kerabat saat ini menangis, saya menulis, dan sesekali berurai air mata atas kepergiannya," ungkap Pius mengawali tulisannya.

Ia kemudian menggambarkan sosok sang Pastor yang ramah dan lembut hati.

"Sekitar tahun 1984, ketika saya kelas 2 SMA, beliau masih Frater, tinggal di Pastoran Pasar Merah, Medan. Beberapa kali beliau datang berkunjung ke rumah kakak saya di Jl. Negara dan mengikuti missa di gereja kami Stasi St. Yohanes daerah Mandala Medan.

Ganteng, tinggi, ramah dan hangat menyapa semua orang. Selalu berpakaian rapi, idealnya seorang eksekutif bisnis yang selalu modis berpakaian," tulisnya.

Pius kemudian menerangkan saat-saat terakhirnya bersama sang rektor. Pada saat itu, ia bersama Pastor Frietz Tambunan tengah berada dalam obrolan intens selama hampir 3 jam. Pius tak menyangka itu adalah saat terakhirnya bertemu sang Pastor.

"Tanggal 2 Maret 2020 yang lalu kami berjumpa di rumah adeknya Denny Tambunan di kawasan Pasar Rumput, Manggarai. Tadinya akan saya antar membesuk Bp. Dafu J. Widiantaka Kepala Lembaga Pengembangan Sistem Informasi Unika yang dirawat di ICU RS. Siloam Kebun Jeruk, Jakarta.  Rencana akan saya antar ke Puncak, Bogor untuk pertemuan para Romo Projo. Tidak jadi saya antar karena saat itu tgl genap.

Sekitar 3 jam kami bercerita, ngobrol,  diskusi banyak hal, sampai makan siang bersama yang sudah disiapkan Denny, itonya, ito saya juga.

Ternyata itulah pertemuan kami yang terakhir kali.
Masih banyak hal, ide, gagasan, cita-cita dan harapan beliau, harapan kami yang tidak terealisasi. Tuhan telah menghentikan langkahnya," ungkap Pius.

Pius juga menulis kan bahwa sang Rektor menggagas Program Character Bulding di Universitas yang dipimpinnya.

Pastor Frietz Tambunan, terang Pius, mengajari mahasiswa berbahasa Inggris, membuat kampung Inggris di Hutaraja, Lumban Suhi-suhi, Samosir yang pernah dikunjungi Jokowi, dan memasuki salah satu rumah Batak, dan Presiden difoto melongok di jendela.

"Foto itu jadi sangat viral waktu itu," terang Pius.

"Romo Frietz menyisihkan sebagian gajinya untuk relawan yang dia tugasi ke sana, sebagian lagi untuk membantu mahasiswa yang tidak mampu, mahasiswa UNIKA kebanyakan berasal dari desa desa di Sumut," tambahnya. 
Dr Frietz Tambunan / Rektor Unika St. Thomas Sumatera Utara periode 2016-2020
Dr Frietz Tambunan / Rektor Unika St. Thomas Sumatera Utara periode 2016-2020 (Kemsoskam)

Rapat Terakhir Pastor Frietz Tambunan

Pius menerangkan bahwa pada tanggal 28 April lalu, sebelum melakukan rapat dengan Pengurus Yayasan Unika yang baru, almarhum menghubunginya via whatsapp.

"Saat itu kami sempat ngobrol via whatsapp, dia berkatansudahlah Mr. Pius, saya sudah lelah, demikian beliau selalu memanggil saya dengan Mr. Itulah kalimatnya terakhir dalam komunikasi kami, tentang kuota internet bantuan untuk mahasiswa UNIKA yang kesulitan biaya extra beli pulsa untuk mengikuti kuliah daring akibat wabah virus saat ini," katanya.

Berdasarkan informasi yang didapat, ketika rapat berlangsung almarhum mengalami pusing dan minta ijin rapat dihentikan.

"Saya duga beliau kelelahan, beliau termasuk perfectionis untuk menyiapkan presentasi bahan rapat, dan beban pikiran lainnya akhir-akhir ini," terang Pius.

"Selamat jalan Bapak Rektor kami, doa, air mata, dan rasa sedih di masa virus Corona tak memungkinkan melihat dan memberangkatkannya ke Taman Firdaus," tulis Pius mengakhiri.

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0